Wednesday, April 25, 2012

Aw, udah lama ndak nge-Blog --v

waaaa.. udah lama ndak mbuka blog pake blogger.. trakhir tahun 2009, september.. --v jaman masih pinter,cerdas,baik,sopan,ramah, surem sama alay-alaynya.. jaman smp.. masih kecil.. sekarang udah SMA yeeee xD welcome back to me deh :)

Thursday, September 10, 2009

Gold, Glory, dan Gospel

Barat tidak ingin Islam umat Islam hidup dengan jati dirinya karena itu sangat berbahaya. Makanya harus dilemahkan.

ImageKristenisasi dan pemurtadan ter-hadap umat Islam tidak berdiri sendiri. Aktivitas itu terkait dengan misi lain. Masuknya Kristen ke Indonesia, sebagai contoh, bersamaan dengan masuknya para penjajah baik itu Portugis maupun Belanda. Kedatangan para penjajah itu selain untuk mengeruk kekayaan alam Indonesia, menguasai wilayah, juga ingin menjadikan penduduknya memeluk Kristen.

Hj Irena Handono, mantan biarawati, menegaskan keterkaitan tersebut. Berte-barannya penjajah ke berbagai negeri Muslim mengemban misi ekonomi, politik, dan agama. Di kalangan bangsa Barat yang penjajah, misi untuk menjadikan dunia sebagai komunitas Kristen sangat nyata karena itu merupakan bagian dari perintah agama. Pemeluk Kristen harus melaksanakan amanat agung atau kristenisasi ke seluruh dunia. Berbagai cara dilakukan oleh para penjajah ini tanpa mengenal halal haram sebab memang tidak ada yang haram bagi mereka.

Penjajahan, menurut Ketua Umum Kris-tologi Indonesia Zahir Khan, adalah salah satu cara kristenisasi. Bentuk penjajahan ini bisa berubah. Bisa penjajahan fisik seperti pada masa penjajahan Belanda selama 350 tahun di Indonesia maupun penjajahan non fisik se-perti yang terjadi pada saat ini. Penguasaan politik suatu bangsa akan memungkinkan penjajah bisa dengan leluasa mendapatkan semua yang diinginkannya baik ekonomi maupun budaya termasuk menanamkan agama baru bagi rakyat yang dijajahnya.

Tipologi penjajahan Barat tidak ber-ubah sejak dulu. Semboyan 3G yakni gold, glory, dan gospel tampaknya terus menjadi pegangan. Kemenangan menguasai wilayah (the Glory), mengeruk kekayaan alam sebesar-besarnya bagi kepentingan sang penjajah (the Gold), dan penyebaran agama Kristen di seluruh tanah jajahan (the Gospel) merupakan prinsip hingga sekarang. Semua itu dilakukan melalui 'perang suci' atau ‘the Crusade'.

Kolonialisasi yang dilakukan bangsa Eropa, khususnya Belanda selama hampir 3,5 abad di Indonesia, misalnya, sebenarnya hanya bentuk lain dari 'the crusade' yang dilancarkan bangsa Romawi Eropa/Nashrani kepada negeri-negeri muslim di seluruh dunia pada masa itu. Mereka tidak hanya mencari sumber kekayaan alam tapi juga menyebarkan agama Kristen.

Dalam konteks kekinian, pola tersebut tidak berubah. Sebelum Amerika Serikat menyerang Afghanistan dan dilanjutkan ke Irak, Presiden George W Bush menguman-dangkan 'Perang Suci' terhadap siapa yang mereka sebut para teroris yang sebenarnya adalah umat Islam. Fakta menunjukkan, mereka tidak hanya ingin menghabisi umat Islam tapi lebih dari itu mengeruk kekayaan alam terutama minyak bumi dan menguasai negeri-negeri itu dengan mendudukkan bo-neka/anteknya di negara tersebut. Ber-samaan dengan itu, misionaris Kristen mendompleng di dalamnya.

Harian New York Times yang memuat artikel tentang aktivitas pemurtadan itu menuliskan bahwa umat Islam adalah kelom-pok yang paling sulit untuk dimurtadkan. Itulah sebabnya, misionaris dari Korea Selatan ini memfokuskan kegiatannya ke negara-negara Arab, khususnya Yordania dan Irak. Mereka ada yang menyamar sebagai peng-usaha, bantuan kemanusiaan, palang merah internasional, LSM, dan sebagainya. Beberapa waktu lalu, para misionaris itu ditangkap oleh para pejuang Irak. Saking agresifnya kegiatan pemurtadan yang mereka lakukan, sampai seorang misionaris mengungkapkan pepa-tah yang dikutip New York Times. Bunyinya,” Kalau ada orang Korea datang ke suatu tempat maka ia akan mendirikan gereja, orang China akan membuka restoran dan orang Jepang akan membangun pabrik.”

Harian Akhbaar al-Khaliij mengutip sumber-sumber yang berada di kota Moshul, utara Irak, yang mengatakan bahwa sebuah lembaga yang berada di bawah Vatikan gencar mengkristenkan puluhan Muslim Kurdi, yang kemudian para Muslim itu di-kirimkan ke pusat-pusat pelatihan Kristen yang berada di gereja-gereja khusus.

Sementara terhadap negara yang tidak dijajah secara fisik, Barat menguasainya dengan menggunakan tangan yang lain seperti Multi National Corporation (MNC). Dari sinilah mereka memperoleh gold berupa kekayaan alam dengan sangat mudah. Sedangkan gospelnya, tidak lagi berbentuk proyek kristenisasi secara vulgar meskipun itu masih adatapi lebih jauh lagi yakni meng-ubah tata cara hidup dan kehidupan umat Islam agar meniru tata-cara kehidupan Nash-rani/Yahudi. Karena itu gospel sekarang adalah konsep materialisme, kolonialisme, imperialisme, liberalisme, ekonomi Pasar, kapitalisme, sosialisme, konsumerisme, demokrasi, HAM, women's lib, free love, free sex, hedonisme, pasar bebas, globalisasi, budaya kosmopolitan, dan istilah-istilah lainnya.

Dr Musthafa Khalidy dan Dr Umar Fa-rukh dalam bukunya 'Imperialis dan Misio-naris Melanda dunia Islam' menyebutkan bahwa motif dari misionaris di dunia Islam tercampur antara misi agama dan misi politik, bahkan kebanyakan misi mereka adalah politik. Alasannya, bangsa-bangsa Barat kebanyakan sudah atheis dan tak ada per-hatian terhadap gereja. Ia mengutip per-nyataan misionaris G Simon: “Apabila persa-tuan Islam mulai menampakkan sosoknya untuk menghadapi imperialisme Eropa, maka para misionaris harus segera beraksi menyo-dorkan sosok Eropa, sehingga persatuan Islam pun menjadi luntur kembali. Karena itu para misionaris harus memasukkan pola pemikiran Kristen ke dalam persatuan Islam, sehingga dapat mengguncang kaum muslim. Negara Turki (pusat Khilafah Islamiyah) sung-guh sangat berbahaya bagi Eropa sebab rakyatnya memeluk agama Islam, bahkan mereka memiliki kekuatan tersendiri untuk menghadapi ambisi dan kerakusan orang-orang Eropa.”

Walhasil, kegiatan misionaris tidak lepas dari aktivitas imperialis negara-negara Barat yang rakus untuk menguasai dunia Islam, memecah belahnya, dan mencegah ter-jadinya persatuan kembali negeri-negeri Islam.[] mujiyanto

mediaumat.com

DANGER!!

membaca dari blog ini memungkinkan terkena kangker, impotensi, TBC, rakitis, maag, sesak nafas, gangguan ibu hamil dan janin.